Tempat berbagi
informasi, pemikiran,
kisah, artikel, tips, pengalaman, dan ilmu
berkaitan dengan
dunia medis, intelektual, dakwah, perempuan,

pendidikan anak,
remaja, keluarga dan generasi, juga sesekali barang jualan.....

Selamat Berlayar..........

Sabtu, 09 Agustus 2014

MENGENALKAN SILSILAH KELUARGA PADA ANAK

Bersama dr. Hj. Faizatul Rosyidah
--------------------------------------------------------------------------------------------


PERTANYAAN:


Assalamua'alaikum Wr. Wb.

Hari raya idul fitri identik dengan acara unjung-unjung (silaturrahim) ke keluarga dekat atau jauh. Salah satu tujuan orang tua mengajak anak bersilaturrahim adalah mengenalkan kepada anak siapa saja yang menjadi bagian dari keluarganya. Yang kami tanyakan adalah, apa pentingnya mengenalkan silsilah keluarga kepada anak-anak? Terimakasih. (Tim Media Wisata Hati Jatim)




JAWABAN:
Islam adalah agama yang indah dan paripurna yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan manusia. Islam mengajarkan adab dan akhlak yang tinggi, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menjaga keharmonisan hubungan keluarga dan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan persaudaraan.
Diantara ajaran Islam terkait hal ini adalah bahwa Islam sangat menganjurkan silaturahmi. Bahkan, silaturahmi merupakan inti dari ajaran Islam, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Amr bin ‘Abasah as-Sulami berkata,“Aku berkata, “Dengan apa Allah mengutusmu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah mengutusku dengan silaturrahim,  menghancurkan berhala dan agar Allah ditauhidkan, Dia tidak disekutukan dengan sesuatupun.” (HR. Muslim no. 1927)
Silaturahim berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah bentuk mashdar dari kata washola-yashilu yang berarti ‘sampai, menyambung’. ar-Raghib al-Asfahani berkata, “yaitu menyatunya beberapa hal, sebagian dengan yang lain.” (al-Mufradat fi Gharibil Qur-an, hal. 525). Adapun kata ar-rahim, Ibnu Manzhur rahimahullah berkata, “adalah hubungan kekerabatan, yang asalnya adalah tempat tumbuhnya janin di dalam perut.” (Lisanul ‘Arab). Jadi, silaturrahim artinya adalah ‘menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab’.
Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk saling menyambung silaturahmi dalam kitab-Nya, begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits, diantaranya ialah firman Allah, “Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim” (QS. an-Nisa': 1)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Ucapkanlah salam, sambunglah silaturrahim, berikanlah makan dan shalatlah di malam hari tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. at-Tirmidzi No. 2485 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah III/155).
Sebenarnya silaturahmi adalah ibadah yang tidak ada kaitannya dengan waktu tertentu untuk melakukannya (Ramadhan, Hari Raya, atau yang lainnya), tidak ada dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjelaskan tentang anjuran untuk ber-silaturahmi khusus pada hari-hari tertentu tersebut. Akan tetapi, perintah untuk bersilaturahmi bersifat umum, yang bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Namun demikian, misalnya, karena memang tidak ada lagi kesempatan lain untuk bisa bertemu, kecuali pada saat Hari Raya, maka yang demikian ini tidak mengapa. Namun, jika hal ini dianggap suatu kemestian dan diyakini sebagai adat-istiadat yang berkaitan dengan ajaran islam, atau merupakan rangkaian ibadah yang harus dilakukan pada Hari Raya, atau menyakini, bahwa hal tersebut lebih utama apabila dilakukan pada Hari Raya, maka sebenarnya Islam tidak mensyariatkan hal tersebut.
Diantara tujuan dan hikmah silaturahmi adalah kita bisa mengenalkan siapa saja anggota keluarga besar/kerabat kita kepada anak-anak kita, selain bisa menjalin kedekatan satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar. Secara tidak langsung kita mengenalkan silsilah keluarga kepada anak kita.
Silsilah adalah sebuah catatan yang menjelaskan asal-usul, keturunan, serta hubungan kekerabatan suatu keluarga yang ditulis berdasarkan riwayat secara turun menurun atau berdasarkan hasil cacah jiwa (sensus). Silsilah dapat ditulis dalam bentuk diagram pohon, tulisan sejarah, atau dalam bentuk daftar nama. Sederhananya, silsilah keluarga adalah bagan yang menunjukan suatu hubungan keluarga antara individu, serta garis keturunan seseorang. Mengetahui tentang silsilah keluarga memang tidak bisa dianggap remeh, mengingat silsilah keluarga ini juga memberikan suatu tanggung jawab kepada seseorang, atas nama besar keluarga.

Ada beberapa alasan mengapa mengetahui silsilah keluarga menjadi sesuatu yang penting. Diantaranya adalah:
1) Kita bisa menjaga hubungan baik dan silaturrahim sesama anggota keluarga agar mereka selalu berada dijalan yang benar sesuai dengan yang diajarkan dan diperintahkan Islam.

2) Kita bisa mengetahui kejelasan nasab seseorang yang dengannya pelaksanaan beberapa hukum terkait, bisa disempurnakan dengan benar (misal kewajiban nafkah, pengasuhan anak, berbakti pada orang tua, waris, hukum tentang mahram/perempuan yang haram dinikahi, wali, dsb).

3) Adakalanya silsilah keluarga diperlukan untuk keperluan analisa medis, agar bisa segera diketahui jenis-jenis penyakit bawaan yang ada pada diri seseorang. Terutama terkait dengan beberapa penyakit yang bersifat genetis (diturunkan), seperti thalassemia, buta warna, hemofilia, dsb.

4) Menghindarkan terjadinya kasus – kasus tertentu akibat tidak diketahuinya hubungan kekerabatan antar anggota keluarga, terutama mereka yang terpisah jauh. Misal pernikahan antar saudara yang diharamkan, konflik dalam pembagian warisan, dsb.

5) Dengan mengetahui hubungan kekerabatan dan tali persaudaraan antar anggota keluarga (besar) akan membawa pada kesadaran bahwa kita hidup tidak hanya sendiri, bahwa kita ternyata memiliki banyak orang yang memiliki kaitan dan hubungan dengan keluarga yang bisa diharapkan untuk berbagi kebahagiaan maupun kesulitan. Begitu pun sebaliknya, mereka juga bisa melakukan hal yang sama.

6) Gaya hidup urban yang terjadi saat ini membuat masyarakat bersikap lebih individualistic, tidak hanya di perkotaan namun juga yang hidup di kampung. Namun hal tersebut masih bisa dicegah dengan cara menjaga hubungan dengan sesama kerabat yang kita miliki.

7) Dengan memiliki pengetahuan terhadap hubungan kekerabatan maka hal tersebut mampu menjaga dan melestarikan silsilah keturunan kita. Sehingga tak ada istilahnya kita mengalami telah terputusnya garis keturunan dari sebuah anggota keluarga (istilah jawanya ‘kepaten obor’).

8) Dengan memahamkan silsilah keluarga, maka orang tua bisa mengajarkan unggah ungguh, tanggungjawab, dan ketrampilan menempatkan diri dalam struktur keluarga besar. Orang tua dalam hal ini bertanggungjawab mengenalkan satu persatu setiap anggota keluarga baik dari garis keturunan ibu maupun ayah. Dengan memberikan cerita-cerita dan pemahaman silsilah keluarga kepada anak, tentunya anak akan merasa tahu darimana latar belakang keluarganya. Sehingga anak juga turut bertanggung jawab termasuk untuk menjaga nama baik keluarga, dan bukan malah melakukan hal-hal yang bisa menjatuhkan martabat keluarga.

Dari poin-poin diatas maka kita dapat mengetahui bahwa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang keturunan dan kekerabatan, termasuk dengan mengenal silsilah keluarga adalah hal yang amat penting. Semoga bermanfaat.[]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar