Tempat berbagi
informasi, pemikiran,
kisah, artikel, tips, pengalaman, dan ilmu
berkaitan dengan
dunia medis, intelektual, dakwah, perempuan,

pendidikan anak,
remaja, keluarga dan generasi, juga sesekali barang jualan.....

Selamat Berlayar..........

Kamis, 18 April 2013

Membantu Anak Memulai Sekolah

RUBRIK KONSULTASI PARENTING ISLAMI
Bersama dr. Hj. Faizatul Rosyidah

PERTANYAAN:
Bagaimana caranya memberikan dorongan kepada anak agar memiliki kekuatan mental/keberanian untuk memulai masuk sekolah? (Jamaah Wisata Hati)


JAWABAN:
Bagi anak-anak yang pertama kali masuk sekolah baik itu TK maupun SD, kadangkala kita temukan fenomena anak-anak yang semangat dan senang ketika hendak berangkat dari rumah, namun banyak yang menangis dan minta pulang ke rumah. Ada juga fenomena lainnya, anak yang maju mundur keberaniannya untuk memulai sekolah.

Memasuki lingkungan baru (sekolah) memang bukanlah hal yang mudah bagi anak.  Banyak hal yang mungkin menjadi kekhawatirannya. Jika di rumah ia terbiasa bisa bermanja-manja kepada orang tua, tentu hal itu tidak bisa dilakukan lagi di sekolah. Kalau di rumah mereka bisa langsung meminta kepada orang tuanya ketika membutuhkan sesuatu, bagaimana jika di sekolah? Apalagi anak harus bersaing dengan banyak anak lain seusianya untuk mendapatkan perhatian guru. Belum kekhawatiran bagaimana memulai pertemanan, bagaimana jika nanti ada yang membuatnya menangis, dsb. Jadi banyaknya penyesuaian yang harus dialami anak merupakan salah satu penyebab kecemasan anak yang membuat keberanian mereka untuk masuk sekolah sepertinya hilang timbul. Tidak perlu khawatir berlebihan, karena hal tersebut wajar terjadi.

Lalu bagaimana kita bisa membantu anak mengatasi kecemasannya dan menumbuhkan keberaniannya? Ada beberapa langkah yang dapat orang tua lakukan:
1.      Orang tua harus bisa memberikan motivasi yang positif tentang bagaimana pentingnya menuntut ilmu (sekolah), bagaimana menyenangkannya kalau dia bersekolah (memakai seragam baru, peralatan sekolah baru, dapat teman-teman baru, tempat belajar dan bermain yang barus, dsb). Dalam perbincangan tentang sekolahnya itu, usahakan Anda membicarakan hal-hal positif. Jangan menakut-nakuti anak (misal nanti banyak PR, ada teman yang nakal, kalau tidak rajin sekolah dimarahi gurunya, dsb) yang akan makin membuatnya stres.
2.   Orang tua bisa menunjukkan pada mereka sekolah barunya sebelum hari-H tiba. Ajak anak jalan-jalan ke sekolah barunya sehingga dia bisa melihat seperti apa sekolahnya dan ruang kelasnya nanti. Yakinkan pada anak kalau pengalaman di kelas selanjutnya akan menarik sehingga anak antusias dan tak takut untuk datang ke sekolah
3. Apresiasi dan beri penghargaan kepada anak karena kemauan dan keberaniannya masuk sekolah. Poin ini penting untuk membangun kepercayaan dirinya. Respon setiap cerita/pengalaman ketika mereka masuk sekolah dengan respon positiv yang akan membuatnya semakin semangat bersekolah. Misalnya, “bagus sekali nak, tadi sudah berani menyebutkan namanya dengan keras”, dsb.
4.  Bicarakan dan bantu anak untuk bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan baru anak yang mulai harus dilakukan (misal: kapan waktunya tidur dan bangun tidur, kapan jadwal belajarnya, kapan bermainnya, bagamana caranya belajar, dsb).
5.      Jelaskan pada anak posisi gurunya yang menggantikan orang tua selama mereka di sekolah. Sehingga mereka tidak perlu takut/khawatir untuk mengkomunikasikan apapun dan kapan pun dengan guru mereka jika ada masalah atau kebutuhan akan sesuatu yang membutuhkan bantuan orang tuanya, seperti ketika mereka di rumah (misal: mengalami sakit, butuh ke toilet, dsb).
6.  Usahakan dan yakinkan anak, bahwa Anda memiliki kontak dengan pihak sekolah dan biasakanlah berkomunikasi intens dengan guru kelas anak. Hal ini selain membuat anak merasa aman dan nyaman, Anda pun merasa aman dan nyaman ketika menitipkan anak di sekolah.
7.   Ajari dan minta anak berkenalan dengan semua teman sekelasnya dan guru dengan penuh percaya diri ketika masuk di hari pertama.
8.    Pastikan anak tidur cukup di malam hari. Karena kurangnya jumlah jam tidur akan berpengaruh terhadap suasana hati anak ketika di sekolah.

Itu adalah diantara tips-tips yang bisa membantu bapak/ibu sekalian mempersiapkan anak memasuki sekolah barunya. Mudah-mudahan dengan menerapkan tips tersebut di atas, kecemasan yang ditampilkan anak ketika masuk sekolah bisa diatasi. Namun ingat untuk tetap bersabar, karena mungkin anak masih akan menunjukkan reaksi kecemasan 2 minggu sampai dengan 1 bulan pertama. Selebihnya insya Allah anak akan mulai menikmati masa sekolahnya tersebut. Semoga bermanfaat. []

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar