Tempat berbagi
informasi, pemikiran,
kisah, artikel, tips, pengalaman, dan ilmu
berkaitan dengan
dunia medis, intelektual, dakwah, perempuan,

pendidikan anak,
remaja, keluarga dan generasi, juga sesekali barang jualan.....

Selamat Berlayar..........

Selasa, 02 April 2013

PENGENTASAN KEMISKINAN DENGAN MEMPEKERJAKAN PEREMPUAN, SOLUTIF?

           Negeri-negeri kaum muslimin kian melaju dalam upaya mengentaskan kemiskinan dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi (mempekerjakan perempuan). Beberapa komitmen dikukuhkan untuk memastikan program ini berjalan massif di negeri-negeri kaum muslimin. Logika yang dipakai memang sangat sederhana dan mudah dimengerti, tapi patut kita cermati secara cerdas. Kalau kemiskinan tidak bisa terselesaikan dengan hanya mengandalkan nafkah dari laki-laki, kenapa perempuan tidak ikut melibatkan diri untuk mencari nafkah? Semestinya pertanyaan besarnya justru adalah kenapa kemiskinan bisa terjadi di negeri-negeri kaum muslimin yang justru memiliki sumber daya alam pemberian Allah swt yang sangat melimpah ruah? Bagaimana solusi tuntas problem kemiskinan tanpa membuat perempuan semakin menderita karena harus berhadapan dengan sekian dilema?
            Beberapa pengukuhan komitmen untuk menyelesaikan kemiskinan dengan mempekerjakan perempuan, diantaranya adalah dari Konferensi Tingkat Menteri OKI (Organisasi Kerjasama Islam), yang bertempat di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Kamis (6/12/2012). KTM OKI ke 4 ini telah menghasilkan “Jakarta Declaration” yang difokuskan pada upaya menciptakan enabling Environment yang dapat memperkuat peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi. Indonesia didaulat menjadi role model bagi negeri muslim lain dalam PEP, dan Afghanistan serta Palestina sudah meminta kesediaan untuk diberi pelatihan oleh Indonesia. Argumen yang dipakai untuk diterimanya PEP adalah bahwa Islam sangat menghargai dan mendorong perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
            Sebelumnya, dalam KTT APEC 2012 Menteri Linda A. Gumelar menyampaikan pentingnya peran perempuan menyangga ekonomi Indonesia saat krisis tahun 1997. “Perempuan yang menggerakkan ekonomi melalui usaha kecil dan menengah, terbukti memperkuat daya tahan ekonomi sebuah negara.  Benarkah memperkuat? Atau hanya sekedar bertahan hidup?!


PENYEBAB KEMISKINAN DI INDONESIA DAN NEGERI-NEGERI KAUM MUSLIMIN

            Kesulitan ekonomi yang saat ini dihadapi Indonesia dan berbagai negeri muslim lain, bukanlah suatu kebetulan semata. Ini adalah hasil dari kebijakan buatan manusia dan cacatnya ekonomi dan masyarakat. Allah SWT telah melimpahkan dunia ini dengan sumber daya yang melimpah, kekayaan alam dan mineral, hutan yang luas, lautan dan gurun. Ketidakadilan pengelolaan sumberdaya alam oleh kebijakan kapitalis dan sistem ini lah yang membuat kekayaan alam tersebut hanya tersedia untuk kalangan elite dan kaya sementara kalangan miskin kelaparan, dan amat menderita. Ini adalah filosofi dasar Kapitalisme yang cacat yang percaya bahwa manusia memiliki kebutuhan tidak terbatas sementara sumber dayanya terbatas yang mewajarkan sebagian besar dari masyarakat untuk hidup di bawah garis kemiskinan, sementara pada kenyataannya sumber daya yang ada di dunia cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap manusia, karena Allah (swt) berfirman" Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya."[Terj.QS Fussilat 41:10]

Kemiskinan yang sangat menyedihkan yang kita lihat di dunia Muslim saat ini dan secara global adalah akibat langsung dari kecacatan dan ketidakadilan pengelolaan ekonomi, kekayaan, dan sumber daya lahan oleh sistem buatan manusia, dan terutama oleh sistem kapitalis yang merugikan dan ekonomi pasar bebas. Kebebasan kepemilikan, kebijakan pasar bebas, dan model keuangan kapitalisme berbasis bunga mengakibatkan kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir elit sementara masyarakat kelaparan dan miskin. Para penguasa di negeri-negeri muslim telah menjual lahan dan anak-anak perempuan umat ini kepada Negara dan Perusahaan Barat, dan mengeksposnya hingga ke tataran eksploitasi. Perjanjian para kapitalis ditandatangani oleh para penguasa dan pemerintah kaum Muslim dunia dengan IMF, Bank Dunia, lembaga-lembaga global lainnya, dan pemerintah asing, secara langsung menyebabkan kesulitan finansial dari hari ke hari dan perjuangan untuk bertahan hidup yang dihadapi perempuan di seluruh wilayah. Cara yang mereka jalankan adalah melalui:

Pertama, Pinjaman Berbasis bunga
Perekonomian berbasis bunga yang negara kita terapkan serta pinjaman berbasis bunga yang  diambil dari IMF, Bank Dunia atau negara Barat lainnya telah melumpuhkan ekonomi kita. Pendapatan negara sebagian besar terserap hanya untuk membayar bunga utang, sehingga negara tidak memiliki dana memadai untuk membiayai pembangunan, melayani pemenuhan kebutuhan mendasar rakyatnya. Dan mencari pemecahan dengan berhutang kembali. Dengan cara seperti ini, mustahil Indonesia bisa melunasi hutangnya sampai kapan pun. Kecuali Indonesia membuat lompatan besar dalam merevolusi perekonomiannya. Jumlah cicilan bunga utang Indonesia selama sepuluh tahun terakhir mencapai Rp851,32 trilyun sedangkan cicilan pokoknya Rp1.050,36 trilyun. Dan jumlah hutang negara ini semakin bertambah. Jika pada tahun 2003 hutang negara mencapai Rp1.232 trilyun, maka sampai dengan Maret 2012 hutang negara melonjak menjadi Rp1.860 trilyun.

Kedua, Privatisasi Sumber Daya Alam:
Di bawah kebebasan kepemilikan dan ekonomi pasar bebas, sumber daya utama seperti minyak, gas, listrik, mineral, dan bahkan air yang merupakan kebutuhan vital bagi orang-orang dari negara manapun, boleh diprivatisasi dan diberikan kepemilikan pribadi. Ini menyebabkan orang dari dunia Muslim terkena tindakan korporasi rakus yang memeras kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik, gas, bahan bakar, dan bahkan air.
Ketiga, Liberalisasi Perdagangan dan Perjanjian GATT:Aspek lain dari sifat penindas dari ekonomi pasar bebas adalah perdagangan bebas dan  perjanjian perdagangan seperti GATT yang telah ditandatangani juga oleh banyak pemerintah Muslim. Liberalisasi perdagangan dan perjanjian perdagangan bertujuan untuk menghilangkan hambatan dan batasan perdagangan internasional sehingaa membuka pasar di negara berkembang untuk produk dan investasi dari negara-negara asing. Kebijakan ini telah menyebabkan pasar lokal dibanjiri dengan produk murah dari negara-negara Barat, sehingga bisnis lokal dan petani kalah bersaing dari sisi harga, yang mengarah ke kehancuran perdagangan lokal dan pedagang. 

            Gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan yang saat ini tengah gencar dilakukan negeri-negeri kaum muslimin untuk mengentaskan problem kemiskinan, sesungguhnya merupakan gerakan mengeksploitasi perempuan secara massal dan sistematis yang dilakukan oleh negara. Padahal sekalipun bisa menggerakkan roda perekonomian keluarga, mobilisasi perempuan secara massif dalam sektor ekonomi menengah ke bawah, tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan masyarakat luas dan melejitkan pembangunan ekonomi negara, apalagi membangun negara yang kuat dan mandiri, memimpin peradaban dunia. Karena sesungguhnya penyebab inti kemiskinan di negara dunia ketiga sejatinya justru karena perampasan sumber daya alam oleh perusahaan-perusahaan kapitalis barat. Sehingga berkonsentrasi pada mobilisasi usaha menengah ke bawah adalah sekedar upaya bertahan hidup untuk tetap bisa menjadi pangsa pasar produk-produk perusahaan kapitalis barat.

MEKANISME KHILAFAH MENGAKHIRI KEMISKINAN DAN EKSPLOITASI

            Kemiskinan yang terjadi di Indonesia dan berbagai negeri muslim bisa diakhiri dengan  menolak sistem kapitalisme yang gagal, dan demokrasi yang sekuler, menolak nation state yang membuat Indonesia dan berbagai negeri muslim menjadi lemah dan kehilangan sumber daya alam. Kita harus mengganti para penguasa korup dan tidak kompeten dan yang telah memperbudak kitaKita juga harus menolak campur tangan lembaga asing! Dan kita harus juga menolak model perempuan sukses dan pemberdayaan perempuan ala Barat, yaitu ‘dengan menjadi perempuan bekerja’ yang telah dijual sebagai kebohongan untuk menjebak dan mengeksploitasi kita.
            Hanya Khilafah yang mampu mewujudkan perubahan nyata untuk para perempuan di dunia Islam. Khilafah adalah sebuah negara yang dibangun diatas perundang-undangan Islam dan dan menerapkan Hukum Allah secara komprehensif. Khilafah berasaskan ‘Aqidah Islam, dibangun atas ketaatan pada Allah dan meraih ridla-Nya semata; Khilafah, sebuah negara yang akan mengakhiri kepemimpinan gaya hidup materialistik konsumeristik. Khilafah, dipimpin oleh pengusa terpilih yang transparans, adil, independen, dan pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab kepada rakyat dengan tulus. Khilafah, akan menghasilkan kondisi lingkungan yang penuh taqwa, meminimalisir korupsi, memastikan kejujuran dalam transaksi, dan memelihara pola pikir yang bertanggung jawab di mana rakyatnya akan membenci penindasan dan eksploitasiKhilafah, akan memenuhi tanggung jawab ekonomi dan sosial bagi keluarga, tetangga, karyawan dan masyarakat.
            Mekanisme khilafah mengentaskan kemiskinan:
Pertama, khilafah akan mengakhiri segera pembayaran utang berbasis bunga (riba) dari IMF dan semua pinjaman lain, karena khilafah adalah negara yang mandiri tidak bergantung pada bantuan asing apapun. Dengan miliaran dolar pendapatan yang dimilikinya, khilafah akan memprioritaskan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi semua warga negara akan  makanan, pakaian dan tempat tinggal, dan menginvestasikan sisanya untuk kebutuhan warga negara yang lain seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.
Kedua, Khilafah akan menghapus perekonomian rakyat berbasis riba.  Menutup bank-bank ribawi dan mengalihkannya pada produk keuangan syari’ah.  Menyediakan investasi bebas bunga dalam bisnis lokal, proyek-proyek infrastruktur, atau pengembangan lahan - yang semuanya akan menghasilkan lapangan kerja.
Ketiga, khilafah  akan melarang semua bentuk penimbunan kekayaan, memastikan bahwa kekayaan beredar di tengah masyarakat dan memberikan insentif pada pembelanjaan dan investasi dalam bisnis.
Keempat, khilafah akan menstabilkan pasokan uang dan harga dengan memastikan bahwa mata uang kertas sepenuhnya didukung oleh emas atau perak, mencegah inflasi yang dihasilkan dari manipulasi oleh pemerintah atau spekulan uang kertas yang tidak didukung oleh aset.
Kelima, khilafah akan menghilangkan segala bentuk pajak. Khilafah akan menerapkan skema perpajakan rendah yang hanya ditarik dari warganya yang kaya.
Keenam, khilafah akan mengelola semua sumber daya milik umum dan menggunakannya untuk kepentingan umum sehingga semua merasakan manfaat dari aset-aset penting. Miliaran dolar dari sumber daya alam akan dibelanjakan untuk pendidikan, kesehatan, pertahanan, infrastruktur, dan mengentaskan rakyat keluar dari kemiskinan.
Dan yang terakhir, Khilafah akan melakukan review terhadap lahan pertanian sehingga para pemilik lahan yang mengabaikan tanahnya, akan diberi peringatan untuk segera mengolahnya. Dalam jangka waktu 3 tahun jika pemilik tanah masih menelantarkan lahannya, maka Khilafah akan melakukan penyitaan dan akan diberikan kepada mereka yang bersedia dan mampu mengelolanya. Semua ini akan meningkatkan hasil pertanian Khilafah dan meningkatkan kepemilikan tanah yang bisa menjadi jalan pengentasan warga dari kemiskinan.
            Khilafah adalah sebuah sistem yang benar-benar akan membuat kemiskinan, eksploitasi, dan perbudakan menjadi sejarah. Tidak akan mentolerir kelaparan satu warganya walau untuk satu hari saja. Sebuah sistem yang akan membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menghilangkan pengangguran massal, menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan gratis. Sistem ekonomi berbasis industri dan kemajuan teknologi, sehingga benar-benar akan memberdayakan rakyatnya
            Dalam kehidupan Negara Khilafah, bekerja bagi seorang perempuan betul-betul hanya sekedar sebuah pilihan, bukan tuntutan keadaan. Jika dia menghendaki, dia boleh melakukannya. Jika dia tidak menghendakinya, dia boleh untuk tidak melakukannya. Bandingkan dengan kondisi sekarang dimana perempuan banyak dipekerjakan dengan upah yang sangat rendah dan tidak layak karena tidak punya alternatif pilihan yang lain. Dalam Negara Khilafah, pilihan ini bisa diambil perempuan secara leluasa, karena Islam menjamin kebutuhan pokok perempuan dengan mekanisme kewajiban nafkah ada pada suami/ayah, kerabat laki-laki bila tidak ada suami/ayah atau mereka ada tapi tidak mampu, serta jaminan Negara Khilafah secara langsung bagi para perempuan yang tidak mampu dan tidak memiliki siapapun yang akan menafkahinya seperti para janda miskin. 
Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw pernah bersabda:
“…siapa saja yang meninggalkan kalla, maka dia menjadi kewajiban kami.” (HR Imam Muslim).
Maksud dari kalla adalah orang yang lemah dan tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai orang tua.
            Dalam Khilafah Islam tidak akan ada perempuan yang terpaksa bekerja mencari nafkah dan mengabaikan kewajibannya sebagai isteri dan ibu.  Sekalipun Islam tidak melarang perempuan bekerja, tapi mereka bekerja semata mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat, sementara tanggung jawab sebagai isteri dan ibu juga tetap terlaksana.
            Pemberdayaan ekonomi perempuan dalam rangka mengentaskan kemiskinan, hakikatnya, adalah ‘genderang perang’ Barat terhadap peran keibuan,  merampok waktu berharga seorang ibu, mengorbankan tugas penting mereka sebagai pengasuh dan pendidik generasi masa depan.
Demokrasi-Kapitalis adalah sebuah sistem yang telah memanfaatkan bahasa ‘pemberdayaan perempuan’ untuk mengeksploitasi perempuan !!!
                                                                                            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar