Tempat berbagi
informasi, pemikiran,
kisah, artikel, tips, pengalaman, dan ilmu
berkaitan dengan
dunia medis, intelektual, dakwah, perempuan,

pendidikan anak,
remaja, keluarga dan generasi, juga sesekali barang jualan.....

Selamat Berlayar..........

Selasa, 24 Maret 2009

Cuek..? No Way !!!

CUEK…? NO WAY !!!
Oleh: Faizatul Rosyidah

Sobat , kalau kita mau jujur, rasanya tiap hari dech kita itu diajarin oleh lingkungan kita untuk bersikap cuek. Dalam lingkup kehidupan yang serba materialistis ini, di tengah persaingan kehidupan yang begitu berat, ditambah dengan tuntutan kehidupan yang semakin meningkat, seringkali kita dihadapkan pada sebuah kondisi kehidupan yang mengajak kita untuk bersikap individualis dan semakin individualis. Tidak peduli dengan orang lain, yang penting kita sendiri masih bisa survive. Yang penting kita selamat, tidak dirampok orang, yang penting kita bisa makan, yang penting kita bisa sekolah, kuliah, tidur, belajar dengan aman dan nyaman….’peduli amat dengan orang lain’. Mereka mau tidak bisa atau tidak mau sekolah kek…, banyak adik-adik kecil kepanasan memainkan ecek-eceknya di jalan kek, mereka mau tawuran kek…., mau trek-trekan kek…., mau terbius narkoba, mau ngejual diri jadi ABG komersial kek….peduli amat, yang penting khan gue tidak begitu. “Jangan sok peduli sama orang lain!! Hidup ini susah Bung, kalau bukan kita yang menggilas….kita bakal jadi yang tergilas. Jangankan mau mikirin hidup orang lain, mikirin hidup sendiri aja susah !”. Begitulah komentar yang sering kita dengar dalam keseharian hidup kita yang rasanya semakin keras ini. Maka, walhasil….jadilah kita sebagai sosok-sosok generasi muda yang terbiasa dan emang dibiasakan hidup dalam iklim yang serba cuek dan individualis. Kita akan tetap merasa ayem aja, selama kita masih bisa makan. Kita akan merasa aman aja, selama bukan kita yang kena kompas orang. Kita pun akan tetep tenang aja, asal bukan adik kita yang lagi sakauw kena putauw. Yach…begitulah…..


Masalahnya sekarang, kita ini bukan orang sembarangan. Masih inget khan kalau kita ini seorang Muslim?! Dan tentu masih inget juga khan, kalau seorang Muslim itu pasti memiliki sikap hidup dan gaya hidup yang khas; yang sesuai dengan apa yang diajarkan Islam. Yang dengannya, kehidupan seorang Muslim itu penuh kebahagiaan dan penuh kehormatan. Nah, mestinya kita-kita yang udah ngaku menjadi seorang Muslim ini bertanya lagi sebelum ikut-ikutan gaya hidup masyarakat kita yang serba cuek tadi, apa memang betul sich sikap seperti itu? Gimana Islam mengatur hal ini? Mustinya kita itu cuek apa enggak ya? Setelah ngerti bagaimana pandangan Islam tentang hal ini dengan baik, barulah kita menentukan sikap. Dan sikap yang musti kita ambil tadi mustilah apa yang diajarkan oleh Islam. Bukan begitu sobat sekalian?

Islam Memandang ‘Cuek’…..
Nah…sobat tersayang, ternyata Rasulullah SAW, sang panutan dan teladan kita itu pernah bersabda: “Barang siapa yang bangun di suatu pagi hari dan ia hanya memikirkan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka (kaum muslimin).” (HR. Thabrani dari Abu Dzar Al Ghiffari)
Melalui hadits di atas kita bisa melihat betapa Rasul berusaha menunjukkan kepada kita, bahwa kalau di pagi hari ketika kita bangun dari tidur, menyambut hari baru kita dengan setumpuk pikiran tentang urusan pribadi kita doang, macam….’ntar gue sarapan apa ya, ‘ntar gue bisa lolos hukuman guru nggak ya…habis PR belum juga kelar…, wah enaknya ‘ntar ultah gue mau minta hadiah apa ya? Dan beragam persoalan-persoalan lain seputar kehidupan dan kepentingan pribadi kita thok. Sementara tidak terbersit sedikit pun dalam benak kita pikiran, perasaan, kegalauan, keprihatinan dan kesedihan melihat kondisi umat Islam yang semakin hari semakin menyayat hati. Tidak pernah terbersit keingintahuan kita tentang….gimana ya saudara saya di Palestina mau sekolah kalau setiap hari kepala mereka siap dibidik ama keparat Yahudi…? Gimana ya kelanjutan nasib para pengungsi tragedi Ambon dan Poso kemarin? Gimana ya kabar saudara-saudara kita yang jadi korban banjir lumpur Lapindo? Gimana ya nasib saudara-saudara kita di Jakarta yang sekarang lagi ’tenggelam’ kebanjiran? Kenapa ya bencana bertubi-tubi terjadi di negeri ini? Apa betul itu semua semata-mata adalah takdir Allah? Ataukah ada kesalahan manajemen dan pengelolaan SDA yang salah di negeri ini? Kok bisa di negeri yang kaya raya dengan berbagai sumber daya alamnya ini, rakyatnya malah lebih dari separuh yang mengalami kemiskinan? Gimana sih mustinya penyelesaiannya? Mengapa pula saat ini temen-temen gue lebih tergila-gila sama segala hal yang berbau Barat sementara mereka phobi banget ama segala sesuatu yang berbau Islam? Kenapa kasus narkoba ini makin meluas dan meraja lela? Apa sich dampaknya? Gimana kita musti menyikapinya…? Dan beragam persoalan lain yang menimpa umat / masyarakat kita tapi ternyata kita sama sekali gak pernah kepikiran akan hal itu semua, maka kata Rasul…kita itu sebenernya tidak berguna apa-apa di sisi Allah, bahkan kalau emang kita ini cuek bebek aja dengan urusan kaum muslimin tersebut, EGP (Emang Gue Pikirin) aja gitu…maka kata Rasul kita bukanlah termasuk dalam golongan kaum muslimin. Ngeri nggak tuch?!
Makanya, dari sini kita bisa ngerti bahwa sebagai seorang Muslim, kita telah diajari oleh Islam untuk tidak pernah boleh bersikap egois dan hanya mikirin awake dhewe (diri sendiri). Lebih jauh, Islam senantiasa memdidik kita untuk senantiasa peduli dengan sekitar kita. Sebagai seorang Muslim kita diajari untuk ngerti bahwa apa pun yang terjadi dan menimpa umat ini maka itu adalah juga urusan kita, karena sekecil apapun kejadian yang menimpa masyarakat kita, hal itu mesti juga akan memberi pengaruh pada kehidupan kita. Bukankah seseorang yang lagi mabuk, tidak hanya akan memberi bahaya buat dirinya sendiri thok? Dia mungkin bisa nabrak orang yang tidak bersalah kalau lagi berkendaraan. Dia juga bisa ngerampok bahkan membunuh orang kalau masih butuh uang untuk beli miras lagi. Bukankah juga sangat mungkin di tengah ketidaksadarannya dia tadi, dia memperkosa anak kecil yang tidak tahu apa-apa….?! Jadi rasanya sangat jelaslah, bahwa kalau suatu tindak kejahatan itu terjadi dan dibiarkan, maka akibat buruknya tidak hanya akan menimpa sang pelaku kejahatan aja, tapi juga orang lain yang bisa jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang pelaku tadi.
Inilah maksud dari sabda Rasul, bahwasannya orang hidup bermasyarakat itu ibarat sekumpulan orang yang sedang naik kapal, dimana dalam kapal tersebut sebagian kelompok mendapatkan tempat di dek atas sedang sebagian yang lainnya mendapatkan tempat di bawah. Bagi orang-orang yang ada di bagian bawah kapal, maka mereka harus naik ke dek atas dulu kalau hendak mengambil air. Maka ketika ada salah seorang saja dari mereka yang berniat melubangi tempatnya sendiri di bagian bawah kapal tersebut meski dengan anggapan supaya tidak merepotkan penumpang atas, atau anggapan bahwa tempat yang dilubanginya adalah tempatnya sendiri dan bukan tempat orang lain, maka jika hal itu dibiarkan oleh para penumpang kapal lainnya termasuk penumpang yang ada di atas….yang terjadi adalah tidak hanya pelaku / pembuat lobang itu saja yang akan tenggelam; namun seluruh kapal beserta isinya akan tenggelam, meski mereka sama sekali tidak ikut-ikutan membuat lobang, melihat aja, ‘enggak! Tapi sikap diam alias cuek bin tidak peduli yang mereka lakukan terhadap kesalahan yang dilakukan oleh teman mereka itulah, yang menyebabkan kerusakan bagi mereka semua. (Terjemahan bebas hadits riwayat Bukhori).
Jadi Sobat…emang tidak ada pilihan lain, kita musti peduli!!! Termasuk dalam bentuk kepedulian ini, adalah ikut terusiknya kita ketika melihat dan mendengar berita menyedihkan tentang kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia. Apakah itu dari Palestina, yang saat ini harus menghadapi upaya pembantaian secara sadis dari orang-orang Yahudi Israel, Irak yang sekarang dalam ancaman perang saudara setelah 650 ribu penduduknya tewas akibat pendudukan AS, Afghanistan yang sudah dihancurleburkan AS atas nama perang terhadap teroris, Turki yang dulunya jadi pusat pemerintahan Islam malah jadi pangkalan militer AS yang membantu melakukan penyerangan ke negeri-negeri Muslim yang lain, peduli juga dengan kondisi ekonomi kita yang semakin terpuruk, peduli dengan nasib saudara kita di berbagai tempat yang tertimpa musibah dan harus terusir dari rumah dan terpisah dari keluarganya, daaaan beragam masalah umat yang lain. Karena sesungguhnya apa yang menimpa mereka, pada hakikatnya adalah juga merupakan masalah bagi kita semua. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (mukmin) itu adalah bersaudara” (Terj. QS. Al Hujurat: 10)
Juga Rasulullah SAW bersabda: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain.” (HR. Muslim). Selain itu, pada hadits yang lain, Rasul mengibaratkan kaum muslimin adalah laksana satu tubuh, dimana ketika ada salah satu bagian aja dari tubuh tadi yang sakit, maka seluruh tubuh secara sistemik juga akan terpengaruh dan bereaksi.
Lebih jauh lagi, adalah sebuah keutamaan di sisi Allah, ketika kita bisa menolong saudara kita dan mengutamakan kepentingan mereka ketika mereka lagi butuh dengan apa yang kita punya. Allah telah memuji sikap mengutamakan orang lain yang dimiliki para sahabat Rasulullah SAW dulu, dalam firman-Nya:
“Dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)” (Terj. QS. Al Hasyr 9)
Sebab turunnya ayat ini adalah kisah Abi Thalhah yang mengutamakan seorang lelaki yang sedang kecapaian dengan menjamu orang tersebut dengan jatah makannya dan makanan anak-anaknya.
Berbagai kisah dari tuntunan syara’ di atas mestinya membukakan mata kita, bahwa ternyata apa yang membuat ’Saleh’ mengungsi dari rumahnya di Porong Sidoarjo karena lumpur Lapindo adalah juga mesti menjadi perhatian kita. Begitu pula jerit tangis ’Ahmad’ di Jericho sana juga adalah kesedihan bagi kita. Keperihan ’Fatimah’ di Palestina yang ditinggal mati semua anak-anaknya yang masih belia akibat tertembak peluru tajam Yahudi Israel adalah juga sesuatu yang mestinya membuat kita menangis. Banyaknya bayi dan anak-anak yang mati menjadi korban pendudukan di Iraq juga mestilah kita pandang sebagai kehilangan yang akan mempengaruhi masa depan umat ini secara keseluruhan. Maraknya isu ABG komersial di kalangan pelajar kita atau ramenya tawuran pelajar yang dilakukan temen-temen kita….mestinya pun membuat kita prihatin dan bersegera mengupayakan kondisi menyedihkan tersebut hilang dari umat ini.

Cuek Sebagai Gaya Hidup? No Way!!
Dengan memahami bahwa memiliki rasa peduli kepada seluruh urusan kaum muslimin ini di mana saja adalah suatu keharusan, maka berarti kita sudah membuat satu langkah awal untuk mewujudkan peran kita sebagai agent of change yang akan merubah kondisi umat yang begitu menyedihkan ini. Nggak mungkin kita akan ngerasa butuh melakukan perubahan, kalau apa yang musti kita rubah aja kita tidak ngerti. Ya khan?!
Jadi….Buang aja sikap ‘Cuek itu ke keranjang sampah, tutup rapat-rapat…biar dia membusuk dan hilang terurai oleh mikroorganisme!!. Jangan pernah tertarik, mengambilnya atau bahkan ngajarin orang lain untuk bersikap cuek.., karena kamu tahu….?! Gara-gara sikap Cuek itulah kita akhirnya dididik dan diajari untuk menjadi orang yang selfish, egois, individualis dan tidak peduli lagi sama saudara kita yang lain. Kita memang bermata, tapi nyatanya kita diajarin untuk tidak bisa melihat dengan mata kita itu. Kita memang bertelinga, tetapi rupanya sikap cuek telah menjadi kotoran pekat yang menyumpal lubang telinga kita hingga tidak bisa ndengerin rintihan, jeritan, dan permintaan tolong dari saudara-saudara kita sekalipun sampai suara mereka habis menyeru kita. ‘Cuek’ ini pulalah yang saat ini telah membuat kita -para generasi muda Islam- menjadi generasi melempem yang tertidur lelap dalam bualan mimpi indah semu yang diciptakan oleh musuh-musuh kita. Lagi-lagi….’CHUEQQ’ (ini bacanya tetep cuek lho, cuman dengan penuh tekanan!) pulalah yang udah dengan begitu suksesnya merusak rasa malu remaja and remaji kita sampe’ rela menjual diri demi sebungkus putauw, senang membuat orang ketakutan karena ulah trek-trekan mereka yang bak pembalap jalanan. Bahkan ‘Cuek’ ini pulalah yang telah membuat mereka tidak merasa malu lagi merusak dan menginjak-nginjak kehormatan agama dan aqidah mereka sebagai seorang Muslim. Sehingga jadilah, kita itu para generasi yang ngakunya Muslim, tapi kerjaannya ngompasin orang, yang tidak pernah keliatan khusyu’ di majelis-majelis ilmu, tapi demen banget ama tripping and dugem, yang tidak pernah absen ngajakin orang lain tawuran…. tapi gak punya malu blas kalau diingetin jangan sampe’ absen puasa. Seorang Muslim yang …boro-boro mau mikirin masa depan umat, lah wong masa depan sendiri aja gak tahu mau dibawa kemana. Akhirnya…..karena kita udah suxes dibuat tidur and jadi melempem, maka yo jangan heran kalau kemudian kita lupa bahwa sebenernya diri kita adalah bagian dari umat ini, bahkan bagian terpenting dari umat ini yang mestinya menjadi motor penggerak kebangkitan umat menuju masa depan yang gemilang. Maka jangan heran kalau sekarang ini, kita -kaum muslimin- memiliki jumlah terbesar….tapi peran paling minimal. Kita memang menang secara kuantitas, tapi sangat lemah dalam kualitas.
Jadi…Cepetlah bangun Teman!! Ayo segera nyadar, jangan tunda-tunda lagi!!! Remember, We are the agent of change Man…! Mestinya…We are The Champion dan bukunya The Looser. Kita ini mestinya jadi pelopor dan bukannya pengekor. Kita jugalah yang mestinya jadi pemain dan bukannya penonton. Karena kita adalah ‘sang generasi potensial’ itu. Yang pada pundak kitalah, harapan ortu kita, mbah-mbah kita, guru-guru kita dan orang-orang generasi sebelum kita diletakkan. Mereka sangat berharap kita bisa membangun masa depan yang indah bagi umat ini, yang bisa mewariskan kehormatan, kejayaan dan kegemilangan kepada anak cucu kita dan dunia ini secara keseluruhan. Kalau bukan kita yang peduli….Siapa lagi?! Bukankah kitalah generasi terbaik yang dilahirkan dari umat ini, selama kita mau berpegang teguh pada agama ini, dan senantiasa memerintahkan pada kebaikan dan mencegah kemungkaran seperti yang telah diindikasikan oleh Allah dalam Al-Qur'an?! (QS. 3:10)
Jadi….. Tunggu apa lagi, jadilah ‘Sang Pelopor’ Gerakan Anti Cuek Internasional. Karena yang GRESS (Gaya Remaja Sekarang) adalah: CUEKK……..? NO WAY!!!
Gimana, setuju khan?!***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar