Tempat berbagi
informasi, pemikiran,
kisah, artikel, tips, pengalaman, dan ilmu
berkaitan dengan
dunia medis, intelektual, dakwah, perempuan,

pendidikan anak,
remaja, keluarga dan generasi, juga sesekali barang jualan.....

Selamat Berlayar..........

Sabtu, 11 April 2009

Memilih(Kan) Mainan Untuk Anak Kinestetis

Memilih(Kan) Mainan Untuk Anak Kinestetis
(Berbagi Pengalaman Mendidik Ahmad -Edisi 12)
Oleh: Ummu Ahmad

Memilihkan mainan yang tepat juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran yang kita lakukan. Mainan yang tepat untuk tipe anak yang tepat akan membantunya mengembangkan potensi yang dimilikinya lebih optimal dengan tanpa membebani sang anak.
Mainan bisa menjadi alat belajar bagi anak untuk mengasah kognitif, motorik halus dan kasarnya, mainan juga bisa menjadi rangsangan bagi berkembangnya naluri keibuan atau kebapakan seorang anak, mainan juga bisa menjadi sarana berlatih mereka.
Bagi anak kinestetik seperti Ahmad yang memang cenderung sangat aktiv, kita akan melihat pada awal tumbuh kembangnya mereka cenderung lebih tertarik melakukan eksplorasi pada hal-hal yang bersifat bergerak atau melatih motorik kasar (seperti berjalan, berlari, melompat, mengejar, dsb) , dan relatif kurang tertarik pada hal-hal yang cenderung ‘tidak atau kurang bergerak’ seperti bermain boneka, mobil diam atau robot yang harus digerakkan, dan sejenisnya. Maka pada masa-masa awal tersebut ketika mereka memang relatif lebih susah untuk ‘didudukkan’ sementara mereka justru memiliki potensi dan perhatian pada hal-hal yang menantang secara motorik kasar, biarkanlah mereka memuaskan minat eksplorasinya dan memantapkan ketrampilan motorik kasarnya lebih dulu ketimbang temannya yang tidak bertipe sama. Karena sekaranglah memang saat yang tepat bagi mereka untuk melakukannya. Kelak, biasanya mereka harus mengejar ketrampilan motorik halus mereka dibanding dengan temannya yang bertipe sebaliknya. Pada waktu ini, mainan yang sangat cocok untuk mereka adalah bola dan sejenisnya. Berikan bola pada mereka, dan biarkan mereka mengeksplorasi apa saja hal-hal menantang yang bisa mereka lakukan: menendang, melempar, mengejar, melompat, menangkap, tiarap, berguling dan berbagai ketrampilan motorik kasar lainnya bisa mereka lakukan dengan ‘enak’ ketika mereka punya bola bundar yang ‘mudah bergerak’.
Pada saatnya ketika usia mereka bertambah, ketika perhatian sudah pula mengarah kepada eksplorasi hal-hal yang ‘lebih tidak bergerak’ dan lebih bisa berkonsentrasi, maka saatnya kita membantu mereka agar lebih mudah melakukannya dengan mengganti/menambah jenis mainan. Untuk membantu anak kinestetik agar bisa diajak lebih ‘khusyuk’ anggota tubuhnya, maka permainan berikutnya yang sangat cocok untuk dipilih adalah puzzle dengan berbagai ragamnya. Dengan puzzle –apakah itu merakit rancang bangun, menyusun gambar, mengolah bentuk dan lainnya- seorang anak kinestetis bisa dibuat terbiasa ‘duduk lebih manis’ karena kelebihan energi yang dimilikinya sedang tersalurkan pada olah tangannya yang terus bergerak menyusun puzzle yang sedang dimainkannya. Selain bisa ‘duduk lebih manis’, sebenarnya inilah salah satu momentum untuknya belajar, karena sesungguhnya pada saat itu dia siap untuk memberikan konsentrasi pada hal lain tanpa merasa susah untuk membuat anggota tubuhnya ‘diam’.
Demikian pula dengan Ahmad, sambil tangannya bermain puzzle kami ajak dia mengulang hafalan quran atau doa-doanya. Sambil tangannya terus bergerak, dia memperhatikan VCD mengenal huruf dan angka yang sedang kami putar. Sambil bermain asyik dengan fantasi robot rancangannya yang setiap saat bisa diubahnya, Ahmad kami minta menjawab soal-soal hitungan yang kami ajukan, cara mengeja kata yang kami sebutkan, dan sebagainya. Tentu saja, tidak semua pelajaran bisa dilakukan sambil bermain pada saat yang bersamaan. Menulis misalnya, memang membutuhkan konsentrasi dari tangan sang anak untuk melakukan ketrampilan motorik halus tersebut. Makanya biasanya mereka dalam hal ini sedikit agak kesulitan melakukannya. Bisa, tapi mungkin lebih lama dibanding temannya yang tidak bertipe sama.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar